Liburan keluarga menjadi momen yang dinanti, tapi bagi ibu menyusui, perjalanan jauh seringkali terasa penuh tantangan. Mulai dari mencari tempat nyaman untuk memerah ASI hingga mengatur jadwal menyusui di tengah jadwal traveling. Namun, pengalaman Susan Sameh saat berlibur ke Jerman bersama suami, Khalid Atamimi, dan si kecil memberikan inspirasi tersendiri.

Sikap Suami yang Bikin Hati Meleleh

Di tengah padatnya itinerary, Khalid tak pernah absen memberikan dukungan penuh pada Susan. Mulai dari membantu membawakan perlengkapan ASI, memijat punggung sang istri setelah sesi menyusui yang panjang, hingga siap sedia menggendong bayi agar Susan bisa istirahat. Bukan cuma itu, ia pun selalu memastikan Susan tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi selama perjalanan.

“Dia selalu bilang, ‘Kamu hebat, Sayang. Istirahat dulu, biar aku yang jaga anak.’ Kalimat sederhana itu bikin semangatku balik lagi,” ujar Susan dalam unggahannya.

Tips Menyusui Saat Traveling dari Pengalaman Susan

Bagi Bunda yang berencana traveling dengan bayi, beberapa hal ini bisa dicoba:

  • Pilih akomodasi yang menyediakan fasilitas memerah ASI atau dekat dengan tempat umum yang nyaman untuk menyusui.
  • Bawa perlengkapan ASI portable, seperti cooler bag, botol steril, dan pompa ASI tangan untuk keadaan darurat.
  • Atur jadwal menyusui sesuai zona waktu baru agar bayi tidak rewel.
  • Libatkan suami dalam setiap persiapan, sehingga ia paham kapan saatnya membantu.

Dukungan Suami: Pilar Utama Keharmonisan Keluarga

Psikolog keluarga menekankan bahwa peran aktif suami dalam proses menyusui, meski tidak bisa menyusui langsung, sangat memengaruhi kenyamanan istri. “Ketika suami menunjukkan empati dan keterlibatan, istri merasa dihargai. Ini memperkuat ikatan emosional dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis,” jelas Dyah Kusuma, psikolog keluarga.

Tak hanya soal fisik, dukungan verbal seperti pujian dan ucapan terima kasih juga menjadi ‘bensin’ bagi semangat ibu. Anak pun tumbuh dalam atmosfer penuh cinta dan kerja sama.

Jadi, bagi para suami, tak perlu ragu untuk turun tangan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, dampaknya sangat besar bagi istri dan buah hati. Karena kebahagiaan keluarga dimulai dari saling mendukung, di mana pun dan kapan pun.

Reporter: Hestia Ramadhani